Batu Ratapan Angin

Batu Ratapan Angin

Mengapa spot cantik di sekitar telaga warna ini diberi nama Batu Ratapan Angin? Tempatnya yang tinggi menyebabkan tiupan angin di daerah ini agak kencang menciptakan gesekan-gesekan pada bebatuan serta tanaman sekitar sehingga melahirkan suara semacam siulan,sedangkan kata “ratapan” sebenarnya adalah ekspresi pemilik lahan ketika angin yang kencang memporakporandakan tanaman yang ada di area tersebut.
Itulah asal mula mengapa bukit dengan dua batu besar yang biasa dijadikan tempat menyaksikan panorama Telaga Warna dari ketinggian ini diberi julukan Batu Ratapan Angin.
Secara administratif Batu Ratapan Angin masuk dalam kawasan Desa Jojogan,Kejajar,Wonosobo.Lokasi ini terletak pada lahan pertanian milik salah seorang penduduk Desa Jojogan yang bernama Pak Sumar,itulah mengapa penduduk lokal menyebut lokasi ini dengan sebutan Batu Sumar.
Lokasi Batu Ratapan Angin terletak tidak jauh dari gedung Dieng Plateau Theater,cukup berjalan kaki kurang lebih sepuluh menit dari tempat parkir di gedung ini sampailah pengunjung ke area Batu Ratapan Angin.
Batu Ratapan Angin pada awalnya adalah bukan spot yang di kenal oleh kebanyakan pengunjung yang datang ke Dataran tinggi Dieng.Mulai di perkenalkan kepada wisatawan oleh beberapa pemandu lokal sekitar tahun 2011,dengan kerja keras dan keuletan mereka serta di tambah juga beberapa pengunjung yang sudah pernah berkunjung ke sini yang mengupdate hasil jepretan mereka melalui media soaial seperti facebook,twitter,instagram dan media sosial lainnya sehingga Batu Ratapan Angin saat ini bisa menjadi salah satu objek favorit yang wajib di kunjungi oleh wisatawan yang berkunjung ke Dieng baik itu wisatawan lokal ataupun wisatawan mancanegara.
Tiket masuk ke lokasi Batu Ratapan Angin tergolong sedikit lebih mahal di banding tiket masuk objek lain di sekitar Dieng.Pengunjung akan di kenakan biaya Rp.10.000 untuk bisa menikmati indahya panorama di area yang memiliki banyak spot untuk berburu poto.Bagi wisatawan yang hendak berkunjung ke lokasi ini di himbau agar tetap berhati-hati mengingat spot utama yang biasa di gunakan untuk jeprat-jepret poto adalah sebuah batu yang terletak di tebing, bagi wisatawan yang takut akan ketinggian tapi tetap ingin punya dokumentasi poto di tempat ini sebaiknya jangan melihat ke arah belakang atau ke arah bawah.
Bagi wisatawan atau pengunjung yang masih merasa keberatan dengan harga tiket masuk ke lokasi ini ada alternatif tempat lain yang memiliki view atau pemandangan yang hampir setara dengan Batu Ratapan Angin,lokasi ini terletak tepat di bawah lokasi Batu Ratapan Angin yang merupakan area milik BKSDA dan bisa di akses melalui pintu masuk Telaga Warna yang ada di gedung Dieng Plateau Theater.Harga tiket masuk ke lokasi ini relatif murah yaitu Rp.3 ribu

Iklan